Makassar - Menjelang peringatan Hari Sumpah Pemuda 28 Oktober 2026, Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin atau yang akrab disapa Appi menegaskan pentingnya peran generasi muda dalam pembangunan kota. Ia mengajak pemuda tidak hanya menjadi penonton, melainkan mitra strategis pemerintah dalam merumuskan kebijakan hingga mengawal program yang berdampak langsung bagi masyarakat.
Pesan tersebut disampaikan Appi saat memberikan sambutan pada Kongres Pemuda Sulawesi Selatan 2026 yang digelar di Aula Balai Besar Penjaminan Mutu Pendidikan (BBPMP) Sulsel, Jalan A.P. Pettarani, Makassar, Selasa (27/10/2026). Kegiatan bertema “Dari Aksi Menjadi Kebijakan: Mengakar, Berdampak, dan Berkelanjutan” ini menjadi momentum memperkuat sinergi antara pemerintah dan anak muda.
Menurut Appi, mendengarkan aspirasi pemuda saja tidak cukup. “Pemuda tidak hanya perlu didengar, tetapi harus dilibatkan dalam merumuskan solusi dan kebijakan yang menyangkut masa depan daerah kita,” tegasnya. Ia menilai generasi muda memiliki perspektif segar, ide inovatif, dan pemahaman yang relevan dengan perkembangan zaman. Oleh karena itu, keterlibatan mereka menjadi langkah strategis untuk menciptakan kebijakan yang lebih inklusif dan berkelanjutan.
Appi menekankan bahwa bonus demografi yang dimiliki Indonesia, khususnya di Makassar, harus dimanfaatkan secara maksimal. Ia mendorong agar gagasan-gagasan yang muncul dari kongres tidak berhenti sekadar rekomendasi di atas kertas. Sebaliknya, ide tersebut diharapkan berlanjut menjadi program konkret yang melibatkan pemuda sejak tahap perencanaan hingga pelaksanaan.
Sebagai bentuk komitmen, Pemerintah Kota Makassar terus memperluas ruang partisipasi anak muda melalui Makassar Creative Hub (MCH). Fasilitas ini hadir sebagai wadah interaksi, pengembangan keterampilan, dan akselerasi kreativitas generasi muda. Dengan adanya ruang seperti MCH, Appi berharap semakin banyak pemuda yang aktif berkontribusi dalam berbagai sektor pembangunan kota.
Ia juga mengingatkan bahwa pembangunan tidak hanya soal infrastruktur fisik, melainkan juga soal membangun karakter dan kapasitas generasi penerus. “Kita tidak bicara hanya tentang bonus demografi, tetapi bagaimana bonus demografi ini mampu bergerak menjadi sumber energi, kreativitas, dan inovasi yang menggerakkan perubahan,” jelas Appi.
Melalui ajakan ini, Wali Kota Makassar ingin memastikan arah pembangunan kota tidak hanya berorientasi pada kebutuhan saat ini, tetapi juga mampu menjawab tantangan masa depan. Kolaborasi antara pemerintah dan pemuda dinilai sebagai kunci untuk mewujudkan Makassar yang lebih maju, inklusif, dan berdaya saing.
Dengan semangat Sumpah Pemuda, Appi mengajak seluruh generasi muda untuk bersama-sama menjaga dan mengembangkan Kota Makassar. Pemerintah terbuka terhadap masukan dan siap bermitra dengan anak muda yang ingin berkontribusi nyata bagi kemajuan daerah.







