Pengumuman :

Seminar Nasional Gizi 2026 Bahas Fakta Tren Diet dan Misinformasi Gizi melalui Pendekatan Mindful Nutrition

  • 55
Seminar Nasional Gizi 2026 mengangkat fakta tren diet, misinformasi gizi, dan peran mindful nutrition dalam mendukung gaya hidup sehat. (Panitia Seminar Gizi 2026 - FIKK UNM)

Makassar - Seminar Nasional Gizi 2026 bertema “Fit or Myth? Menguak Fakta di Balik Tren Diet dan Misinformasi Gizi: Peran Mindful Nutrition dalam Mencapai Kebugaran Optimal” diselenggarakan di Ballroom Theater Phinisi, Universitas Negeri Makassar (UNM). Kegiatan ini membahas pentingnya literasi gizi, pemahaman terhadap tren diet, serta penerapan mindful nutrition dalam mendukung pola hidup sehat yang optimal dan berkelanjutan.

Seminar ini menghadirkan dua narasumber, yaitu Dr. Mirza Hapsari Sakti Titis Penggalih, S.Gz., MPH, RD dan dr. Dion Haryadi, PN1, CHC, AIFO-K. Keduanya membahas berbagai isu terkait tren diet, informasi gizi, dan penerapan pola makan yang tepat untuk mendukung kesehatan serta kebugaran tubuh.

Seminar Nasional Gizi 2026 di Universitas Negeri Makassar

Mengangkat tema “Fit or Myth”, Seminar Nasional Gizi 2026 menjadi wadah edukasi untuk membahas berbagai tren diet yang berkembang di masyarakat. Kegiatan ini juga menyoroti pentingnya memahami informasi gizi secara tepat di tengah maraknya klaim kesehatan yang beredar melalui media sosial dan platform digital.

Informasi mengenai pola makan dan penurunan berat badan semakin mudah dijumpai di berbagai kanal digital. Namun, tidak semua informasi tersebut memiliki landasan ilmiah yang memadai. Karena itu, masyarakat perlu memiliki kemampuan untuk membedakan informasi berbasis fakta ilmiah dari mitos atau klaim yang belum didukung bukti yang cukup.

Melalui pembahasan tersebut, seminar ini menekankan pentingnya literasi gizi agar masyarakat dapat menyikapi informasi secara kritis dan mengambil keputusan terkait pola makan dengan lebih bijak.

Mengungkap Fakta di Balik Tren Diet dan Mitos Gizi

Tren diet kerap menjadi perhatian masyarakat yang ingin menjaga kesehatan, mengatur pola makan, atau mencapai kebugaran optimal. Meski demikian, mengikuti tren tanpa memahami dasar dan kesesuaiannya dengan kebutuhan tubuh dapat membuat seseorang mengabaikan prinsip pola makan seimbang.

Halaman Selanjutnya:
Pasang Iklan Disini

IHSG Anjlok Tajam, Rupiah Tembus Rp 18.000 di Tengah Isu MSCI
Berita Sebelumnya IHSG Anjlok Tajam, Rupiah Tembus Rp 18.000 di…

Berita Terkait