Makassar – Serangkaian ledakan terdengar di Pulau Qeshm, Iran, pada Senin (2 November 2026) malam waktu setempat. Media resmi Iran, IRNA, melaporkan setidaknya lima ledakan bergema di pulau tersebut yang terletak dekat Selat Hormuz yang strategis.
Selain di Qeshm, ledakan juga dilaporkan terdengar di kawasan Bandar Lengeh. Warga setempat mengaku melihat dua pesawat terbang di atas pulau saat kejadian berlangsung. Hingga kini, belum ada penjelasan resmi dari otoritas lokal maupun provinsi terkait penyebab pasti ledakan tersebut. Belum ada laporan korban jiwa yang dikonfirmasi.
Insiden ini terjadi di tengah ketegangan militer yang meningkat antara Iran dan Amerika Serikat. Sebelumnya, Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengklaim telah menembak jatuh tiga drone milik AS di sekitar Selat Hormuz.
Binance Dibobol Peretas, Aset Kripto Rp114 Triliun Raib – Pencurian Terbesar dalam Sejarah
Menurut pernyataan IRGC yang dilansir Press TV, dua drone pengintai jenis MQM-170 berhasil dijatuhkan di selatan Pulau Qeshm menggunakan sistem peperangan elektronik. Sementara satu drone MQ-9 dihancurkan di sisi timur Selat Hormuz dengan sistem pertahanan udara baru yang dikembangkan Iran.
Klaim tersebut menambah jumlah drone AS yang diklaim berhasil ditembak jatuh atau ditangkap oleh Iran dalam beberapa waktu terakhir. Hingga saat ini, pihak Amerika Serikat belum memberikan konfirmasi resmi terkait klaim tersebut.
Pulau Qeshm dan kawasan sekitar Selat Hormuz merupakan wilayah yang sangat sensitif secara geopolitik karena menjadi jalur vital pengiriman minyak dunia. Setiap ketegangan di kawasan ini biasanya langsung memengaruhi harga minyak global dan stabilitas regional.
Beberapa media internasional menyebut bahwa ledakan tersebut berpotensi terkait aktivitas militer, meskipun belum ada konfirmasi resmi. Sementara itu, upaya diplomasi melalui mediator Qatar dan Pakistan masih terus dilakukan untuk meredakan ketegangan antara Tehran dan Washington.
Masyarakat internasional diminta tetap memantau perkembangan situasi di kawasan Teluk Persia mengingat dampaknya yang luas terhadap keamanan energi global.







Jadilah orang pertama yang memberikan komentar.