Pengumuman :

Update Terkini Gempa NTT M 7,7: Korban Jiwa Capai 68 Orang, Lebih dari 2.100 Gempa Susulan Terjadi

  • 56
Petugas dan relawan terus melakukan penanganan serta penyaluran bantuan untuk warga terdampak gempa M 7,7 di Nusa Tenggara Timur. (Ilustrasi) (AI Imagine)

Jakarta – Dampak gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 yang mengguncang wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu, 15 Agustus 2026, masih terus ditangani secara intensif. Hingga Senin sore (17/8/2026), Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat jumlah korban jiwa telah mencapai 68 orang. Sementara itu, sebanyak 213 warga mengalami luka-luka.

Menurut data resmi BNPB, sebaran korban meninggal dunia paling banyak berada di Kabupaten Manggarai dengan 26 jiwa, disusul Kabupaten Manggarai Timur 24 jiwa, Kabupaten Nagekeo 8 jiwa, Kabupaten Sikka 4 jiwa, serta masing-masing 2 jiwa di Kabupaten Ende, Manggarai Barat, dan Ngada.  
Gempa yang berpusat di sekitar 30 kilometer timur laut Mbay, Kabupaten Nagekeo, dengan kedalaman 15 kilometer tersebut menyebabkan kerusakan pada ribuan rumah, fasilitas pendidikan, kesehatan, tempat ibadah, dan infrastruktur publik lainnya. Ribuan warga terpaksa mengungsi ke tempat yang lebih aman.

Hingga Selasa pagi, 18 Agustus 2026, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat total 2.119 gempa susulan telah terjadi. Gempa susulan terbesar mencapai magnitudo 6,2, sementara sebanyak 24 gempa lainnya berkekuatan di atas magnitudo 5. Meskipun intensitasnya mulai menurun, warga diimbau tetap waspada.

Di sisi pemulihan, pemerintah terus mengoptimalkan penyaluran bantuan. Menteri Pertahanan telah mengirimkan puluhan ton logistik, sementara berbagai daerah dan lembaga turut mengirimkan bantuan makanan, obat-obatan, serta kebutuhan dasar lainnya. Jaringan listrik dan komunikasi di wilayah terdampak, khususnya di Pulau Flores, dilaporkan sudah pulih hampir 100 persen.

Plt Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, menyatakan bahwa pendataan korban dan kerusakan masih terus dilakukan. Saat ini tidak ada lagi laporan warga yang dinyatakan hilang. Tim Basarnas dan gabungan personel dari TNI, Polri, serta relawan tetap siaga di lapangan untuk memastikan penanganan berjalan maksimal.

Pemerintah pusat bersama pemerintah daerah NTT menekankan pentingnya koordinasi lintas sektor agar proses rehabilitasi dan rekonstruksi dapat segera dilanjutkan setelah tahap tanggap darurat selesai. Masyarakat di luar daerah terdampak juga diimbau untuk menyalurkan bantuan melalui jalur resmi agar tepat sasaran.

Gempa NTT ini menjadi salah satu bencana alam besar yang terjadi di tengah perayaan HUT ke-81 Republik Indonesia. Meski demikian, semangat gotong royong dari berbagai pihak menunjukkan kepedulian nasional terhadap saudara-saudara di Nusa Tenggara Timur.


Google Resmi Matikan Dukungan Chrome Apps Secara Total pada Oktober 2028
Berita Sebelumnya Google Resmi Matikan Dukungan Chrome Apps Secara Total…
Berita Selanjutnya Pemerintah Tegaskan 18 Agustus 2026 Bukan Libur, Hanya…

Berita Terkait