Meski tertinggal, Indonesia tidak menyerah. Pada babak pertama, peluang dari Rayhan Hannan dan Toni Firmansyah sempat mengancam gawang Myanmar, meski belum membuahkan hasil.
Di babak kedua, Garuda Muda bangkit. Gol Toni Firmansyah di menit ke-45 menyamakan kedudukan. Semangat tim semakin membara hingga akhirnya Jens Raven mencetak dua gol tambahan di menit ke-89 dan 90+5. Skor akhir 3-1 memastikan kemenangan Indonesia atas Myanmar.
Analisis Klasemen dan Peluang Lolos
Meski kemenangan ini sangat penting, Indonesia tetap gagal melangkah ke semifinal. Hal ini terjadi karena kalah produktivitas gol dari Malaysia. Malaysia yang berada di posisi runner up terbaik memiliki selisih gol 4-3, lebih unggul dibandingkan Indonesia dengan selisih gol 5-4.
Sejumlah skenario sebenarnya bisa membawa Indonesia lolos, seperti menang dengan margin tiga gol atau mencetak skor 5-3 agar selisih gol lebih baik. Namun, hasil akhir 3-1 tidak cukup untuk menggeser posisi Malaysia.
Dengan demikian, harapan Indonesia untuk meraih medali emas SEA Games 2025 harus berakhir lebih cepat. Meski begitu, kemenangan atas Myanmar tetap menjadi catatan penting dalam perjalanan Garuda Muda.
Pertandingan Indonesia vs Myanmar menjadi salah satu laga paling bersejarah bagi Timnas U-23 di SEA Games. Meski gagal melangkah ke semifinal, keberanian dan semangat juang Garuda Muda tetap menjadi inspirasi bagi generasi muda sepak bola Indonesia. Laga ini juga menjadi pembelajaran berharga tentang pentingnya konsistensi performa dan strategi yang tepat dalam kompetisi internasional.
Garuda Muda mungkin gagal dalam persaingan runner up terbaik, tetapi kemenangan dramatis 3-1 atas Myanmar akan selalu dikenang sebagai bukti bahwa Indonesia memiliki talenta muda yang siap bersaing di level Asia Tenggara.




