Pengumuman :
Pasang Iklan Disini

Korban Tewas Tabrakan Kereta Cepat di Spanyol Bertambah Jadi 69 Orang, Negara Berkabung Tiga Hari

  • 58
Suasana lokasi tabrakan dua kereta cepat di wilayah Toledo, Spanyol, setelah kecelakaan yang menewaskan 69 orang. (japantimes.co.jp)

Madrid – Jumlah korban tewas akibat tabrakan dua kereta cepat di Spanyol naik menjadi 69 orang. Pemerintah Spanyol menetapkan tiga hari berkabung nasional mulai Kamis (29 Oktober 2026).

Kecelakaan terjadi pada Rabu pagi (28 Oktober 2026) di jalur kereta cepat Madrid–Seville, tepatnya di antara kota Mora dan Orgaz, Provinsi Toledo, wilayah Castilla-La Mancha. Sebuah kereta Renfe menabrak dari belakang kereta Iryo yang sedang berhenti di rel.

Menurut Menteri Transportasi Spanyol Óscar Puente, kecelakaan dipicu oleh gangguan sistem kontrol otomatis di sepanjang 69 kilometer jalur. Pusat kontrol kemudian memutuskan untuk melanjutkan perjalanan kereta dalam kondisi yang disebutnya “tidak dapat dijelaskan”, tanpa pembatasan kecepatan.

Kereta Iryo yang membawa sekitar 147–151 penumpang sempat berhenti karena gangguan sistem. Kereta Renfe yang mengangkut hampir 400 penumpang kemudian menabraknya dengan kecepatan tinggi. Beberapa gerbong terlempar dan jatuh ke tebing.

Tim penyelamat masih melakukan pencarian di lokasi menggunakan crane, anjing pelacak, dan drone termal. Hingga Kamis, jumlah korban jiwa mencapai 69 orang, sementara puluhan lainnya masih dirawat di rumah sakit.

Di antara korban tewas terdapat mantan Menteri Ketenagakerjaan Spanyol, Fátima Báñez. Ada juga warga negara asing dari beberapa negara yang menjadi korban.

Perdana Menteri Pedro Sánchez menyatakan Spanyol tengah berduka. Ia berjanji akan melakukan investigasi menyeluruh terkait penyebab kecelakaan. Ini merupakan kecelakaan kereta mematikan kedua di Spanyol tahun ini, setelah tragedi serupa pada Januari yang menewaskan 46 orang.

Serikat pekerja kereta mengkritik kurangnya pendanaan dan sistem keselamatan. Sementara itu, perjalanan kereta di sejumlah rute mengalami gangguan akibat mogok masinis sebagai bentuk protes.

Keluarga korban terus menunggu kepastian nasib kerabat mereka. Otoritas setempat membuka pos identifikasi korban di beberapa kota untuk mempercepat proses menggunakan data DNA.

Tragedi ini menjadi salah satu kecelakaan kereta paling mematikan di Eropa dalam lebih dari satu dekade terakhir.


KPK Periksa Bupati Bogor Rudy Susmanto soal Dugaan Korupsi Upah Pungut Pajak
Berita Sebelumnya KPK Periksa Bupati Bogor Rudy Susmanto soal Dugaan…
Berita Selanjutnya Patrick Stewart, Pemeran Professor X dan Captain Picard,…

Berita Terkait