Detil Berita

Survei Membuktikan: Abai akan Kesehatan Gigi dan Mulut, Membuat Orang Indonesia Beresiko Mengalami Dampak Kesehatan Jangka Panjang
22 Maret 2021 Nasional Rhoely Maguire 38x
Post Title Sumber Gambar: id.wikihow.com

Di masa pandemi Covid-19, konsumsi asupan manis dan asam semakin meningkat. Sayangnya, hal ini tidak diiringi dengan peningkatan kebiasaan merawat gigi dan mulut, bahkan kebiasaan mengunjungi dokter gigi juga semakin menurun.

Survei terbaru yang dirilis hari ini oleh GSK Consumer Healthcare bekerjasama dengan perusahaan riset IPSOS, menunjukkan bahwa pandemi Covid-19 berdampak terhadap kebiasaan menjaga kesehatan gigi dan mulut. Survei dilakukan kepada 4.500 partisipan yang berusia diatas 18 tahun dan berasal dari 5 Negara Eropa (Perancis, Jerman, Britania Raya, Spanyol, dan Rusia) dan 4 Negara Asia Tenggara (Indonesia, Filipina, Singapura, dan Thailand). Berikut adalah beberapa temuan utama dari penelitian untuk konsumen Indonesia:

Konsumen Indonesia menyadari akan pentingnya kesehatan gigi dan mulut serta dampaknya bagi kesehatan mental serta tubuh. Namun hal tersebut tidak diiringi dengan upaya yang cukup dalam menjaga dan memperbaiki kesehatan gigi dan mulut
•    9 dari 10 konsumen di Indonesia atau setara dengan 89% percaya bahwa kesehatan gigi dan mulut yang baik bermanfaat bagi kesehatan tubuh dan memiliki dampak positif bagi kesehatan mental dan kebahagiaan seseorang (81%).  
•    Konsumen di Indonesia yang saat ini setidaknya memiliki satu masalah kesehatan gigi dan mulut, ternyata tidak cukup menjaga atau memperbaiki kesehatan mulut mereka. Hasil survei menunjukkan hanya 6% konsumen yang secara rutin memeriksa atau membersihkan gigi guna secara aktif menjaga kesehatan gigi dan mulut mereka.

Pandemi Covid-19 dan penerapan PSBB menyebabkan perubahan perilaku berpengaruh terhadap kesehatan gigi dan mulut konsumen Indonesia
•    Meskipun setidaknya memiliki 1 masalah gigi; kebiasaan ngemil, konsumsi kopi/teh, makanan dingin, jus kemasan, dan minuman ringan semakin meningkat di kalangan konsumen Indonesia selama masa pandemi.
•    Saat ini, tiga masalah kesehatan gigi yang paling banyak dialami konsumen Indonesia adalah: gigi sensitif, berlubang, dan noda kuning.  
•    Namun demikian, hanya 40% konsumen Indonesia yang mengaku semakin rutin membersihkan gigi dibanding sebelum pandemi.

Bisa dikatakan 1 dari 2 konsumen Indonesia mengurangi atau menghentikan kunjungan ke dokter gigi karena kondisi pandemi Covid-19, dan bukan karena faktor lainnya.
•    46% konsumen di Indonesia semakin mengurangi frekuensi kunjungan ke dokter gigi atau bahkan tidak sama sekali dibanding sebelum pandemi Covid-19.
•    7 dari 10 konsumen mengaku khawatir atau cukup khawatir mengunjungi dokter gigi karena takut terpapar virus Covid-19. Bagi mereka, situasi pandemi dan kemungkinan terpapar Covid-19 menjadi alasan utama mengurangi atau berhenti mengunjungi dokter gigi.

Yang Posting
Komentar